
1. Menurunkan risiko penyakit jantung
Menurut penelitian yang melibatkan 13.000 orang yang beresiko tinggi terkena serangan jantung, mereka yang secara rutin berlibur setahun sekali risikonya terkena penyakit jantung turun sampai 29 persen.
2. Memperpanjang usia
Studi yang sama juga menemukan orang-orang yang suka berlibur memiliki risiko kematian lebih rendah 17 persen dibanding mereka yang terus berkutat dengan kesibukannya.
3. Membuat bahagia
Para peneliti di Belanda menemukan bahwa berlibur meningkatkan rasa bahagia, bahkan sejak kita mulai merencanakannya. Studi yang dimuat dalam jurnal Psychosomatic Medicine tahun 2009 menyebutkan, berlibur dan aktivitas waktu luang lainnya memberi kita pandangan yang positif akan segala hal dan menurunkan tingkat depresi.
4. Mempererat hubungan
Tim dari Rural Women's Health Study mengungkapkan adanya kaitan langsung antara frekuensi berlibur dengan kepuasan pernikahan pada pasangan yang sudah menikah lama. Makin menyenangkan liburan yang dilakukan, makin bahagia mereka di rumah.
5. Meningkatkan produktivitas
Berbagai penelitian pada pekerja menunjukkan, mengambil cuti untuk berlibur bermanfaat untuk memulihkan diri dari stres. Seperti diketahui, stres yang bisa diatasi akan meningkatkan produktivitas kerja. sumber: http://health.kompas.com/read/2012/06/27/12165210/5.Alasan.Mengapa.Liburan.Menyehatkan 5 Alasan Mengapa Liburan Menyehatkan

Seperti yang dikutip dari Prevention internasional, berikut enam masalah kesehatan yang disebabkan kurangnya waktu tidur.
1. Penyakit kardiovaskular
Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal 'Sleep 2010', para peneliti di West Virginia University School of Medicine meninjau data terhadap 30.397 orang yang berpartisipasi dalam studi National Health Interview tahun 2005. Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari 7 jam setiap malam, lebih berisiko terhadap penyakit jantung. Selain itu, wanita di bawah 60 tahun yang tidur kurang dari 5 jam, berisiko 2 kali lipat lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung.
2. Diabetes
Berdasarkan jurnal diabetes tahun 2011 lalu, penelitian yang dilakukan oleh University of Chicago dan Northwestern University menemukan bahwa penderita diabetes yang kurang tidur dapat mengembangkan produksi kadar glukosa sebesar 9%, kadar insulin puasa (fasting insulin) sebesar 30%, dan resistensi insulin meningkat hingga 43%. Kontrol gula darah adalah salah satu dari banyak proses yang diatur oleh jam biologis tubuh, yang salah satu caranya dengan tidur. Terganggunya proses tidur itu akan berdampak langsung pada kontrol gula darah.
3. Kanker Payudara
Penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Tohoku di Sendai, Jepang menemukan bahwa kurang lebih 24.000 wanita dengan rentan usia 40 sampai 79 tahun yang tidur kurang dari 6 jam dalam sehari, memiliki risiko 62% lebih tinggi terhadapa kanker payudara, dibandingkan mereka yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam.
4. Masalah Urin
Dalam temuan yang dipresentasikan American Urological Association pada tahun 2011, para peneliti di New England Research Institute di Watertown, MA, meninjau data dari 4.145 pria dan perempuan paruh baya yang memiliki masalah tidur. Hasil yang ditemukan, kurang tidur dalam jangka waktu 5 tahun (tidur kurang dari 5 jam semalam) akan meningkatkan 80 hingga 90% risiko pada wanita, dan 34% pada pria untuk bangun di malam hari dan buang air kecil (nokturia) atau bahkan sampai mengompol. Para peneliti berteori bahwa kurang tidur dapat menyebabkan peradangan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah pada kandung kemih.
5. Kanker usus besar
Dalam sebuah penelitian terhadap 1.240 orang yang diterbitkan pada tahun 2011 lalu, peneliti dari Case Western University menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari 6 jam semalam memiliki risiko 47% lebih mungkin untuk mengalami polip kolorektal, yang dapat mengakibatkan kanker, dibanding mereka yang tidur minumal 7 jam semalam.
6. Kematian
Penelitian terhadap 16.000 orang selama 10 tahun yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Kopenhagen menghubungkan titik antara kurang tidur dengan peningkatan risiko kematian. Ternyata orang-orang yang memiliki pola tidur yang buruk, khususnya di bawah 45 tahun, memiliki risiko kematian dua kali lebih tinggi.
Selain itu, mereka yang memiliki tiga atau lebih gangguan ketika tidur malam, memiliki risiko bunuh diri lima kali lebih tinggi dari orang-orang yang tidurnya tidak terganggu. Penelitian ini juga melaporkan, mereka yang memiliki gangguan tidur cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes. sumber: http://wolipop.detik.com/read/2012/06/26/172043/1951448/1135/6-masalah-kesehatan-yang-disebabkan-kurang-tidur 6 Masalah Kesehatan yang Disebabkan Kurang Tidur